KLASIFIKASI DAERAH ALIRAN SUNGAI BERDASARKAN PARAMETER KONDISI LAHAN MENGGUNAKAN DATA PENGINDERAAN JAUH DAN SIG Studi Kasus di DAS Arau, Kota Padang

Muhammad Faris, Fidya Rismatika, Maharani Faisal Putri

Abstract


Daerah Aliran Sungai (DAS) diklasifikasikan terdiri atas DAS dipertahankan dan dipulihkan. Penentuan klasifikasi tersebut didasarkan pada penilaian terhadap parameter lahan, tata air, sosial ekonomi kelembagaan, investasi bangunan air, dan pemanfaatan ruang wilayah. Klasifikasi ini mengacu kepada Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2012. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui klasifikasi DAS dalam pengembangan rehabilitasi kondisi lahan sebagai tolak ukur parameter dalam pengembangan DAS Arau yang sedang tercemar saat ini. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menentukan klasifikasi DAS kondisi saat ini dengan memanfaatkan data penginderaan jauh (PJ) dan Sistem Informasi Geospasial (SIG) sebagai pembanding dengan kondisi lahan yang lebih detail hasilnya. Data penginderaan jauh yang digunakan antara lain citra Landsat 8. Untuk mengetahui kondisi lahan, data yang digunakan yakni data penutupan lahan hasil ekstraksi data penginderaan jauh Landsat 8 dengan metode klasifikasi terselia. Pada penelitian ini digunakan algoritma NDVI (Normalized Difference Vegetation Index) sebagai acuan untuk mengetahui seberapa besar kerapatan vegetasi pada kondisi lahannya. Kerapatan vegetasi dibedakan menjadi lahan kosong, kerapatan vegetasi rapat, kerapatan sedang, dan kerapatan jarang. Untuk pemanfaatan PJ dan SIG sebagai pengolahan data yang telah terkumpul, data kemudian didistribusikan secara spasial dalam klasifikasi DAS dan parameternya yaitu kondisi lahan yang akan direhabilitasi. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini meliputi seberapa besar tingkat kekritisan lahan, persentase penutupan vegetasi, dan nilai pengelolaan lahan yang nantinya dapat dimanfaatkan serta untuk pemerintah sebagai sarana sosialisasi kepada masyarakat agar Kondisi DAS Arau yang saat ini tercemar dapat ditanggulangi secara bersama-sama.

Keywords


klasifikasi DAS; kondisi lahan; rehabilitasi hutan dan lahan; penginderaan jauh

Full Text:

PDF

References


Rusdiyatmoko, Agus. (2015). Klasifikasi Daerah Aliran Sungai Berdasarkan Parameter Kondisi Lahan di DAS

Mentaya Menggunakan Data Penginderaan Jauh dan SIG. SINASINDERAJA – LAPAN (2015).

Asdak, C. (2010). Hidrologi dan Pengelolaan Daerah aliran Sungai, FakultasPertanian, Universitas Padjajaran, Bandung

Thomas, E.L., dan Luiz, J.C. (2012). Soil Loss, Soil Degradation and Rehabilitation in a Degraded Area in Guarapuava (Brazil). Land Degradation & Development, 23:72 – 81.

U. Forstner, G.T.W. Wittmann, Metal pollution in the aquatic environment, Springer-Verlag, Berlin, 1983, pp. 30-61.

Muhammad Chaerul, Muhammad Saleh Pallu, Mary Selintung, and

Johanes Patanduk. (2015). Distribution and Mobility of Heavy Metal Materials in Settling Ponds Post Laterite Nickel Mining (A Case Study: North Motui Konawe, Southeast Sulawesi). Int. Journal of Engineering Research and Applications - ISSN : 2248-9622,Vol. 5, Issue 6, ( Part -2) June 2015, pp.72-75.

Food and Agriculture Organization of The United Nations. (1998). The State of Food and Agriculture (Rural Non-Farm Income in Developing Countries). Rome: FAO, Italy (1998).

Coubout, R. (2014). DAS Batang Arau Padang Tercemar. Artikel. Cited in http://www.mongabay.co.id/2014/12/10/das-batang-arau-padang-tercemar/ [15 Desember 2017 pukul 11.00 WIB]

Kementerian Kehutanan. (2009). Pedoman Monitoring dan Evaluasi DaerahAliran Sungai. Peraturan Direktur Jeneral RLPS. Nomor: P.04/V-SET/2009). Jakarta.

Lillesand T.M & R.W. Kiefer. (1997). Penginderaan Jauh dan Interpretasi Citra. Diterjemahkan: Dulbahri, Prapto Suharsono, Hartono, Suharyadi. Gajah Mada University Press, Yogyakarta.

RI (Republik Indonesia). (2001). Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 Tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air. Jakarta

Reinnamah, Yohanes. 2009. Pengaruh sedimentasi terhadap tingkat kelulushidupan vegetasi yang terdapat di sekitar daerah aliran sungai(DAS) Oesapa Kecil. Kupang: Fakultas Perikanan UKAW.

Wang, Q., & Tenhunen, J. (2004). Vegetation Mapping with Multitemporal NDVI in North Eastern China Transect (NECT). International Journal Appl Earth Obs Geoinf Vol. 6, pp. 17–31.




DOI: http://dx.doi.org/10.24895/SNG.2018.3-0.1018

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Seminar Nasional Geomatika

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Prosiding Semnas Geomatika terindeks oleh:

 

Copyright of Badan Informasi Geospasial

Creative Commons License