PEMETAAN ZONA KERENTANAN GERAKAN TANAH DAERAH SAROLANGUN DAN SEKITARNYA, PROVINSI JAMBI SEBAGAI DASAR ASPEK KEBENCANAAN DALAM PENGEMBANGAN WILAYAH

Herry Purnomo

Abstract


Dalam penyusunan tata ruang dan perencanaan wilayah seringkali menimbulkan permasalahan di kemudian hari diantaranya rusaknya lahan dan infrastruktur yang disebabkan oleh bencana, salah satunya adalah bencana gerakan tanah. Penyusunan Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah (PZKGT) daerah Sarolangun, Provinsi Jambibertujuan agar peta tersebut diharapkan dapat dipergunakan sebagai data dasar untuk memberikan informasi kebencanaan dalam perencanaan dan pengembangan wilayah di daerah tersebut. Lokasi pemetaan mencakup sebagian Kab. Sarolangun, Kab. Merangin, Kab. Lebong, Kab. Musi Rawas Utara dan Kota Sarolangun, Provinsi Jambi. Secara geografis terletak pada koordinat 102°00’ -102°45’ BT dan 02°15’ - 03°00’ LS, dengan luas ±6948 km2. Pembuatan PZKGT daerah ini digunakan 3 (tiga) cara, yaitu : cara tidak langsung (statistik), cara langsung (heuristik) dan gabungan.Berdasarkan hasil analisis gabungan (statistik dan langsung), daerah Sarolangun dan sekitarnya dapat dibagi 4 (empat) zona kerentanan gerakan tanah, yaituZona Kerentanan Gerakan Tanah Sangat Rendah; Rendah; Menengah dan Tinggi. Pada masing-masing zona kerentanan gerakan tanah tersebut mempunyai kondisi dan karakteristik kebencanaan tersendiri, sehingga dapat dipergunakan sebagai data dasar dalam penataan ruang dan pengembangan wilayah daerah tersebut yang berbasis bencana.

Keywords


Gerakan Tanah, Zona Kerentanan, Aspek Kebencanaan, Pengembangan Wilayah

Full Text:

PDF

References


Lembaga Meteorologi dan Geofisika.(1973). Peta Curah Hujan Indonesia, Vol. I, Departemen Perhubungan Republik Indonesia.

Nichols D.R., and Edmunson J.R. (1975). Text to Slope Map of Part of West - Central King Country, Washington: U.S. Geol. Survey Misc. Geol. Inv. Map I - 825 - E, Scale 1:48,000.

Suwarna, N., Suharsono, S.Gafoer, T.C. Amin, Kusnama dan B. Hermanto.(1992).Peta Geologi Lembar Sorolangun, Sumatera sekala 1:250.000, Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi, Bandung.

Vernes, D.J. (1978). Slope Movement and Type and Processes, Landslide Analisys and Control, special Report 176, Washington, D.C., Transportation Reseach Board, National Reseach Council.

Beca Carter Holling & Ferner Ltd, 1975 : Seismic Zone for Building Construction In Indonesia, Vol. II.

Chowdhury, R.N., 1978 : Slope Analysis, Development In Geotecnical Engineering, Vol. 22, Elsevier Scientific, Amsterdam.

Schuter R.L. and Krizek R.J., 1978 : Landslides Analysis and Control, National Academy of Sciences, Washington, D.C.

Terzaghi K. and Peck R.B., 1976 : Soil Mechanics in Engineering Practise, 2 nd edition Wiley, New York.

Ward T.S., 1978 : Factor of Safety Approach to Landslide Potencial Delineation, Ph. D., Desertatation Departement of Civil Engineering Colorado State University, Fort Collins Colorado




DOI: http://dx.doi.org/10.24895/SNG.2018.3-0.1015

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Seminar Nasional Geomatika

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Prosiding Semnas Geomatika terindeks oleh:

 

Copyright of Badan Informasi Geospasial

Creative Commons License