PEMETAAN LAHAN KRITIS PADA KAWASAN LINDUNG DI LUAR KAWASAN HUTAN (Studi Kasus di Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor)

Helmi Setia Ritma Pamungkas, Iit Adhitia, Laila Mardlotillah Yogaswara

Abstract


Kota Bogor mengalami perubahan penggunaan lahan dari lahan budidaya menjadi lahan terbangun sehingga luas lahan produktif dan budidaya berkurang, kualitas akan lahan menjadi rendah, dan menyebabkan lahan menjadi kritis. Salah satu indikator lahan kritis dapat dilihat dari kejadian tanah longsor. Maka dari itu perlu adanya pemetaan lahan kritis agar dapat dikelola dengan baik pada lahan-lahan yang sudah mengalami lahan kritis. Tujuan dari penelitian adalah melakukan pemetaan lahan kritis (jumlah dan distribusinya). Lokasi pemetaan lahan kritis berada di Kecamatan Bogor Tengah pada kawasan lindung di luar kawasan hutan. Metode penelitian lahan kritis di Kecamatan Bogor Tengah mengacu pada pada Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.32/Menhut-II/2009 tentang Tata Cara Penyusunan Teknis Rehabilitasi Hutan dan Lahan Daerah Aliran Sungai (RTkRHL-DAS). Hasil analisis spasial dan survey, luas lahan kritis di Kecamatan Bogor Tengah dalam kawasan lindung di luar kawasan hutan didominasi oleh lahan kategori kritis, dengan lahan terluas berada di Kelurahan Paledang 3,43 ha sekitar 0,41% dari luas keseluruhan lahan kritis pada kawasan ini. Kemudian lahan dengan kategori sangat kritis memilki luas 1,28 ha dan Kelurahan Kebon Kelapa memiliki area sangat kritis terluas yaitu 0,64 ha.

Keywords


Pemetaan lahan kritis, kawasan lindung

Full Text:

PDF

References


Dinas Pertanian Kota Bogor. (2017). Peta lahan pertanian Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor. Dinas Pertanian Kota Bogor. Bogor.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Bogor.(2017). Data statistik kejadian bencana Kota Bogor. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Bogor. Bogor.

Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah Kota Bogor. (2013). Inventarisasi data lahan kritis Kecamatan Bogor Tengah dan Bogor Barat Kota Bogortahun anggaran 2013. Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah Kota Bogor. Bogor.

Kubangun, S.H., Haridjaja, O. Gandasasmita, K., (2014). Model spasial bahaya lahan kritis di Kabupaten Bogor, Cianjur Dan Sukabumi. Majalah Ilmiah Globë Volume 16 No. 2 Desember 2014: 149 – 156.

Kurnia, U., Sutrisno, N., dan Sungkawa, I. (2015). Perkembangan Lahan Kritis. Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian. Bogor

Pamungkas, H.S.R. dan Karmadi, M. A. (2015). Analisis Lahan Kritis Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Jawa Barat. Jurnal Teknologi Volume II, Edisi 26, Periode Januari-Juni 2015 (27-37)

Peraturan Daerah Kota Bogor. (2011). Perda Kota Bogor Nomor 08 Tahun 2011, tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Bogor Tahun 2011-2031. Lembaran Daerah Kota Bogor tahun 2011, nomor 2 seri E. Bogor

Peraturan Menteri Kehutanan. (2009). Peraturan menteri kehutanan Nomor. P.32/Menhut-II/2009 tentang tata cara penyusunan teknis rehabilitasi hutan dan lahan Daerah Aliran Sungai (RTkRHL-DAS). Lembaran Negara 57-70. Sekertariat Negara. Jakarta.

Ramayanti, L. Anggi, Yuwono, B. Darmo, dan Awaluddin, M. (2015). Pemetaan tingkat lahan kritis dengan menggunakan penginderaan jauh dan sistem informasi geografi. Jurnal Geodesi Undip Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015, (ISSN : 2337-845X)

Rumenah, Rahardjo ET, Priati A. (2010). Lahan Potensial dan Lahan Kritis. Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta (ID); Universitas Gadjah Mada.

Sitorus SRP, Susanto B, Haridjaja O. 2011. Kriteria dan Klasifikasi Tingkat Degradasi Lahan di Lahan Kering (Studi Kasus: Lahan Kering di Kabupaten Bogor). Jurnal Tanah dan Iklim. 34(1): 66-83.




DOI: http://dx.doi.org/10.24895/SNG.2018.3-0.1014

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Seminar Nasional Geomatika

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Prosiding Semnas Geomatika terindeks oleh:

 

Copyright of Badan Informasi Geospasial

Creative Commons License