ANALISIS PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN TERHADAP BAHAYA AMBLESAN TANAH DI KECAMATAN SEMARANG UTARA

Ghefra Rizkan Gaffara, Fitri Wulandari

Abstract


Kota Semarang merupakan kota metropolitan yang memiliki tingkat bahaya amblesan tanah mencapai 14-19 cm/tahun pada lokasi tertentu (Abidin et al, 2010). Penyebab kritis terjadinya peningkatan amblesan tanah adalah meningkatnya kawasan terbangun secara masif di kawasan pesisir dan eksploitasi pengambilan air tanah, khususnya di Semarang Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan lahan yang terjadi pada tahun 2004 dan tahun 2013 dan untuk mengetahui indeks bahaya amblesan tanah di penggunaan lahan wilayah studi. Metodelogi yang muncul dalam penentuan land subsidence dengan sebuah konsesus melalui Analytic Hierarchy Process (AHP). Penentuan item yang digunakan mempertimbangkan adanya ancaman/bahaya, tingkat kerentanan, dan risiko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa faktor termasuk penggunaan lahan menjadi penyebab amblesan tanah di wilayah studi. Persentase perubahan lahan sebesar 49,99% untuk perubahan lahan kosong menjadi lahan yang akan dibangun dan industri pergudangan. Faktor-faktor utama yang menjadi penyebab amblesan tanah berdasarkan kuesioner adalah penurunan Muka Air Tanah (MAT) dengan persentase sebesar 61% dan perubahan lahan dengan persentase sebesar 19 %. Penelitian ini menghasilkan rekomendasi baik bersifat teknis maupun non-teknis.

Keywords


industri dan pergudangan, kawasan terbangun, kenaikan amblesan, pengambilan air tanah, perubahan lahan

Full Text:

PDF

References


Abidin, H.Z., Andreas, H., Gumilar, I., Sidiq, T.P., dan Fukuda, Y. (2012). Land Subsidence in Coastal City of Semarang (Indonesia): Characteristics, Impact and Causes. Geomatic, Natural Hazard and Risk, 226-240

As-Syakur, A.R. IW. Suarna, IWS Adnyana, IW. Rusna. (2010). Studi Perubahan Penggunaan Lahan di DAS Badung. Jurnal Bumi Lestari Vol 10 No. 2 (Hal: 200-207).

Badan Informasi Geospasial. (2013). PP No. 8 tahun 2013 tentang Standar Ketelitian Peta RTRW.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (2012). Peraturan Kepala BNPB No. 2 tahun 2012 tentang Pedoman Umum Pengkajian Risiko Bencana.

Bappeda Kota Semarang. (2004). Peraturan Daerah Kota Semarang No. 8 tahun 2004 Seri E tentang Rencana Detail Tata Ruang Kota Bagian Wilayah Kota 3 (Semarang Utara dan Semarang Timur) tahun 2000-2020.

Bappeda Kota Semarang. (2011). Peraturan Daerah Kota Semarang No. 14 tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Semarang tahun 2011-2031.

Barry, Tony. (2001). The Soft Soils of Semarang. Seminar dan Workshop Polder Systems in Waterfront Cities, 27-28 September (Hal: 1-12), Jakarta, Indonesia.

Gumilar, I., Abidin, H.Z., Sidiq, T.P., Andreas, H., Maiyudi, R., Gamal, M., dan Fukuda, Y. (2013). Mapping and Evaluating the Impact of Land Subsidence in Semarang (Indonesia). Indonesian Journal of Geospatial Vol. 2 No. 2 2013 (Hal: 26-41).

Higgins, S., Overeem, I., Tanaka, A., Syvitski, J.P.M. (2013). Land Subsidence at Aquaculture Facilities in the Yellow River Delta, China. Journal of Geophysical Research Letters Vol. 40, (hal: 3898-3902).

Hirose, K., Maruyama, Y., Murdohardono., Efendi, A., dan Abidin, H.Z. (2001). Land Subsidence Detection using JERS-1 SAR Interferometry. 22nd Asian Conference on Remote Sensing, 5-9 November, Singapura.

Ismanto, A., Wirasatriya, A., Helmi, M., Hartoko, A., dan

Prayogi. (2009). Model Sebaran Penurunan Tanah di Wilayah Pesisir Semarang. Jurnal Ilmu Kelautan Vol. 14 (4), (hal: 189-196), ISSN 0853-7291.

Kuehn, F., Albiol, D., Cooksley, G., Duro, J., Granda, J., Haas, S., Hoffman-Rothe, A., dan Murdohardono, D. (2009). Detection of Land Subsidence in Semarang, Indonesia, using Stable Points Network (SPN) Technique. Environ Earth Science No. 60 2010 (Hal :909–921).

Lashkaripour, G.R., Ghafoori, M., dan Maddah, M.M. (2014). An investigation on the mechanism of land subsidence in the Northwest of Mashhad city, NE Iran. Journal of Biodiversity and Environmental Sciences (JBES) Vol. 5, No. 3, (Hal: 321-327).

Lubis, A.M., Sato, T., Tomiyama, N., Isezaki, N., Yamanokuchi, T. (2010). Ground subsidence in Semarang-Indonesia investigated by ALOS–PALSAR Satellite SAR Interferometry. Journal of Asian Earth Sciences 40 (Hal 1079–1088).

Pujiastuti, R., Suripin dan Syafrudin. (2015). Pengaruh Land Subsidence terhadap Genangan Banjir dan Rob di Semarang Timur. Jurnal MKTS Volume 21 No.1 Juli 2015 (Hal: 1-12).

Putri, R.F., Bayuaji, L., Sumantyo, J.S.T., dan Kuze, H. (2013). Terrasar-X Dinsar for Land Deformation Detection in Jakarta Urban Area, Indonesia. Journal of Urban and Environmental Engineering Volume 7 No.2 (Hal: 195-205), ISSN 1982-3932, DOI: 10.4090/juee.2013.v7n2.195205.

Saputro, E.A., Kahar, S., dan Sasmito, B. (2009). Deteksi Penurunan Muka Tanah Kota Semarang dengan Teknik Differential Interferometric Synthetic Aperture Radar (DNSAR) menggunakan Software ROI_PAC Berbasis Open Source. Jurnal Geodesi Undip Vol. 1 No. 1 2012 (Hal: 1-7).

Yuwono, Bambang Darmo. (2013). Korelasi Penurunan Muka Tanah dan Penurunan Muka Air Tanah di Kota Semarang. Jurnal Teknik – Vol. 34 No.3 Tahun 2013 (Hal: 188-195), ISSN 0852-1697.




DOI: http://dx.doi.org/10.24895/SNG.2018.3-0.1011

Article Metrics

Abstract view : 47 times
PDF - 86 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Seminar Nasional Geomatika

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Prosiding Semnas Geomatika terindeks oleh:

 

Copyright of Badan Informasi Geospasial

Creative Commons License