ANALISIS PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN KOTA PELABUHANRATU DENGAN METODE WEIGHTED OF EVIDENCE (WOFE)

Muhamad Iqbal Januadi Putra, Fadhli Akbar

Abstract


Pelabuhanratu merupakan wilayah pesisir yang strategis untuk berkembang. Hal tersebut membuat pemerintah setempat menjadikan Pelabuhanratu sebagai Growth Center dari kabupaten Sukabumi. Berkaitan dengan hal itu, perubahan tutupan lahan terus terjadi dan dikhawatirkan tidak mendukung keberlanjutan lingkungan, terutama lahan terbangun. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis bagaimana perubahan tutupan lahan di Kota Pelabuhanratu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Weighted of Evidence (WofE) dengan beberapa faktor yang mendorong terjadinya perubahan tutupan lahan (driving factor). Faktor penentu dibuat dengan logika fuzzy dengan beberapa variabel yaitu jarak dari jalan, jarak dari point of interest, jarak dari sungai, jarak dari pantai, wilayah ketinggian, kemiringan, dan tutupan lahan. Tutupan lahan diambil dari Google Earth pada tahun 2002, 2010 dan 2017. Hasil analisis menunjukkan bahwa perubahan tutupan lahan di kota Pelabuhanratu secara spasial perkembangan lahan terbangun cenderung terpusat di kelurahan Pelabuhanratu, semakin dekat dengan kelurahan Pelabuhanratu, semakin cepat perkembangan lahan terbangun dan sebaliknya arah pertambahan luas lahan terbangun cenderung mengikuti topografi, wilayah ketinggian, jaringan jalan, jaringan sungai, keberadaan pantai, dan keberadaan POI.

Keywords


Pelabuhanratu; Lahan terbangun; Tutupan lahan; WofE

Full Text:

PDF

References


Cheng, J., & Masser, Ian. (2004). Understanding Spatial and Temporal Processes of Urban Growth: Cellular Automata Modelling. Environment and Planning and Design 2004, Vol 31 167-194.

Kusrini., Suharyadi., & Hardoyo., Su Rito. (2011). Perubahan Penggunaan Lahan Dan Faktor Yang Mempengaruhinya Di Kota Gunungpati Kota Semarang. Majalah Geografi Indonesia, Vol.25:25-40.

Primanda, A. (2008). Sebaran Potensi Deposit Nikel Laterit di Sorowako, Sulawesi Selatan (Studi Kasus Areal Eksplorasi Tambang PT International Nickel Indonesia Tbk). Depok:

Skripsi Departemen Geografi FMIPA UI

Rakodi, C. (2001). A Dynamic Model for Spatial Planning in Metropolitan Areas. JAG, Vol.3(3).

Shahi, H. Kamkar Rouhani. (2014). A GIS-based weights-of-evidence model for mineral potential mapping of hydrothermal gold deposits in Torbat-e-Heydarieh Area. Journal of Mining & Environment, Vol.5(2): 7989

Wahyunto., Abidin, M. Z., Priyono, A., Sunaryo. (2006). Studi Perubahan Penggunaan Lahan di Sub Das Citarik, Jawa Barat dan Das Kaligarang, Jawa Tengah. Prosiding Seminar Nasional Multifungsi Lahan Sawah no 4.

WJP-MDM. (2013). Konsep awal pengembangan Growth Center Pelabuhanratu. Pemda Sukabumi.

Wu, X., Shen, Z., Liu, R., Ding, X. (2008). Land Use/Cover Dynamics in Response to Changes in Environmental and Socio-Political Forces in the Upper Reaches of the Yangtze River China. Sensors 2008, 8, 8104-8122.

Vieldkamp, A., Lambin, E F. (2001). Predicting Land-use Change. Agriculture, Ecosystems and Environment 85 (2001) 1–6.




DOI: http://dx.doi.org/10.24895/SNG.2018.3-0.1010

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Seminar Nasional Geomatika

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Prosiding Semnas Geomatika terindeks oleh:

 

Copyright of Badan Informasi Geospasial

Creative Commons License