PEMANFAATAN DATA DAN INFORMASI GEOSPASIAL UNTUK PENGUKURAN INDEKS KETAHANAN NASIONAL

Sukendra Martha

Abstract


Untuk mengetahui tingkat ketahanan nasional suatu negara perlu dilakukan perhitungan dan pengukuran melalui berbagai aspek meliputi: geografi, SKA, demografi, ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan hankam. Delapan aspek tersebut dikenal dengan sebutan ‘astagatra’ yang masing-masing variabel yang ada diukur, diberikan bobot dan skor untuk mengetahui seberapa pengaruhnya terhadap tingkat ketahanan nasional. Ketelitian hasil pengukuran akan berpengaruh terhadap nilai aktualitas dari indeks ketahanan nasional yang dihasilkan. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh peran atau sumbangsih data dan informasi geospasial untuk membantu pengukuran indeks ketahanan nasional (IKN). Adapun metode yang digunakan adalah membandingkan masing-masing gatra, dari konsep ketahanan nasional yang dianut oleh Indonesia (khususnya aspek geografi) dengan Ketahanan nasional yang dipahami negara lain (Jepang). Kemudian, dalam proses pengukuran dan pengintegrasiannya,  masing masing gatra dilihat mana yang membutuhkan dukungan data dan informasi geospasial. Setidaknya, ada dua peran data dan informasi geospasial untuk pengukuran IKN ini: (i) memberikan data dan informasi tentang angka dan informasi besaran dan luasan wilayah secara aktual, terutama untuk gatra geografi, yang tidak akan mudah didapatkan dari data statistik. (ii) memvisualisasikan IKN dan mempresentasikan data dan informasi geospasial. Untuk mengelaborasi dan memberikan gambaran dan deskripsi ketahanan nasional, digunakan data indeks ketahanan nasional secara agregat. 

Kata kunci: informasi geospasial, indeks ketahanan nasional.

ABSTRACT

To understand a national resilience level of the country, one needs to measure 8 (eight) aspects known as ‘Astagatra’, including geography, natural resources, demography, ideology, political, economical, social and culture, and defense and security. Each variables and indicators on each 8 (eight) aspects are measured, weighted and scored to know how far the actual influences to the index of national resilience or well known as indek ketahanan nasional (IKN). This paper is aimed to know how far the contribution of geospatial data and information that can be applied for measuring a national resilience index. Method used in this article is to compare the national resilience adopted by Indonesia (particularly in geographical perspectives) with the national resilience in other country (Japan). Next, all aspects will be checked and they need either support from geospatial data and information or not. At least, there will be 2 (two) roles of geospatial data and information  for measuring IKN: (i) to provide data and information about number of actual areas needed, particularly for geographic aspects, which are not easy to obtained from statistical data; (ii) to visualize IKN and present geospatial data and information. To elaborate and provide picture and describe national resilence, national agregate data are applied.

Keywords : geospatial information, national resilience index.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.