PEMODELAN SPASIAL ZONASI POTENSI RAWAN KONFLIK OJEK KONVENSIONAL DENGAN OJEK ONLINE Studi Kasus di Kecamatan Arcamanik Bandung

Mega Siti Fatimah, Iwan Setiawan, Lili Somantri

Abstract


Keberadaan ojek online membuat ruang ojek konvensional menjadi sempit. Kondisi inilah yang mengakibatkan adanya penolakan dan memunculkan konflik di antara keduanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi ojek konvensional dan ojek online serta mengetahui faktor penyebab konflik diantara keduanya, melalui pemodelan zonasi potensi konflik ojek konvensional dengan ojek online. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data studi dokumentasi, observasi, wawancara, dan kuesioner. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif berdasarkan skala likert, skoring, overlay, serta korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Kondisi ojek online lebih baik dibandingkan ojek konvensional dalam hal lamanya waktu kerja, tujuan perjalanan, jumlah penumpang dan penghasilan; 2) Wilayah yang mempunyai potensi konflik diantara ojek konvensional dengan ojek online adalah wilayah yang mempunyai pangkalan ojek dan dimasuki oleh ojek online, sebaliknya untuk wilayah yang tidak mempunyai pangkalan ojek potensi konflik lebih cendrung lebih rendah; 3) Parameter yang digunakan untuk pemodelan zonasi potensi rawan konflik ojek konvensional dengan ojek online memiliki hubungan yang saling berkaitan dengan konflik yang pernah terjadi di Kecamatan Arcamanik Bandung;. 4) Persebaran ojek konvensional dan ojek online menjadi faktor terbesar penyebab konflik diantara keduanya.

Keywords


Konflik; ojek konvensional; ojek online; pemodelan spasial; zonasi

Full Text:

PDF

References


Adisasmita, R. (2011). Manajemen Transportasi Darat. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Anindhita, W., Arisanty, M. & Rahmawati, D. (2016). Analisis Penerapa Teknologi Komunikasi Tepat Guna Pada Bisnis Transportasi Ojek Online. INDOCOMPAC: 712-729.

Pratama, G.Y. & Aminah, S. (2016). Perlindungan Hukum Terhadap Data Pribadi Pengguna Jasa Transportasi Online Dari Tindakan Penyalahgunaan Pihak Penyedia Jasa Berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindunga Konsumen. Diponegoro Law Journal 5(3): 1-19.

Rifaldi, K. & Sulisyowati. (2016). Pengaruh Kualitas Pelayanan Transportasi Online Gojek terhadap kepuasan Pelnggan pada Mahasiswa/I administrasi Niaga Politeknik Negeri Jakarta. Epigram 13(2): 121-128.

Setiawan, I.B. (2017). Respon Masyarakat Terhadap Pembangunan Jalan Kaereta Api di Desa Bagan Sinembah Kota Kecamatan Bagan Sinembah Kabupaten Rokan Hilir. JOM GISIP 4(2): 1-15.

Soekanto, S. (2012). Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Raja Grafindo.

Mubarok. (2018). Commubication Strategy Based on Islam Value of U-Jek Online Taxibike (Ojek) in Semarang. Jurnal The Messenger 10(1):24-33.

Wahyudi, R. (2017). Content Analysis of Imparsiality About News That Covered Online Transport Polemic ‘Go-Jek’ On News Portasl Kompas.com and Detik.com in 2015. Proceding of The 4 the Conference on Communication, Culture and Media Studies (71-78).

Wang, J.S. & Moriary, P. (2017). Can New Communication Technology Promote Sustainable Transport ?. Energy Procedia 142(2017): 2132-2136.

Wirawan. (2010). Konflik dan Manajemen Konflik. Jakarta: Salemba Humanika.

Yusup. (2016). Konflik Sosial Antara Ojek Online dan Ojek Konvensional (Ojek Pangkalan) sebagai Akibat Keberadaan Gojek (Studi Deskriptif di Kecamatan Sukasari, Bandung). (Skripsi). Jurusan pendidikan Sosiologi, Universitas Pendidikan Indonesia.




DOI: http://dx.doi.org/10.24895/SNG.2018.3-0.1006

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Seminar Nasional Geomatika

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Prosiding Semnas Geomatika terindeks oleh:

 

Copyright of Badan Informasi Geospasial

Creative Commons License