PEMETAAN DETAIL WILAYAH PERKEBUNAN TEH TRITIS UNTUK PENENTUAN PRIORITAS KAWASAN WISATA

Lucky Puspitasari

Abstract


Perkebunan teh di Dusun Tritis berpotensi untuk menopang pariwisata di Desa Ngargosari. Namun, pengembangan pariwisata kebun teh belum optimal karena belum pernah dilakukan pemetaan serta monitoring perkebunan teh secara spasial. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan perkebunan teh Tritis secara spasial dan menentukan prioritas kawasan wisata perkebunan teh berdasarkan kondisi fisik lahan sebagai rekomendasi untuk pengembangan wisata di Desa Ngargosari. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan foto udara pesawat nirawak multirator untuk memotret perkebunan teh dan wilayah di sekitarnya. Kemudian dilanjutkan dengan proses delineasi pada foto udara dan validasi dengan survei lapangan. Penentuan prioritas kawasan wisata perkebunan teh dilakukan menggunakan lima parameter, yaitu kinerja tanaman teh, kondisi perkebunan teh, aksesbilitas, ketersediaan air, dan potensi keindahan alam. Data lima parameter tersebut diambil pada setiap kebun teh dengan cara survei lapangan. Data yang dihasilkan kemudian diberi skor sesuai dengan kriteria hasil studi literatur. Total skor dari lima parameter kemudian dijumlahkan, dipersentasekan, serta dikelaskan dalam tingkat prioritas kawasan wisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat delapan perkebunan teh di Dusun Tritis, Desa Ngargosari. Prioritas I kawasan wisata kebun teh yang berpotensial besar untuk dikembangkan adalah kebun teh 7 dan kebun teh 4. Prioritas II kawasan wisata kebun teh yang dapat dikembangkan adalah kebun teh 3, sedangkan prioritas III yang kurang dapat dikembangkan adalah kebun teh 1, 2, 5, 6, dan 8. Penelitian ini membawa pada kesimpulan bahwa pemetaan detail untuk memetakan perkebunan teh dapat dilakukan dengan baik dan sebaiknya dilakukan pula pemetaan-pemetaan tematik untuk perencanaan peruntukan tertentu sehingga perencanaan yang dihasilkan semakin matang.

Keywords


pemetaan detail; perkebunan teh; wisata; Kulon Progo

Full Text:

PDF

References


Astami, G., & Martha, D. (2015). Penentuan Prioritas Pengembangan Infrastruktur Kawasan Wisata Bahari di Desa Sumberejo, Desa Lojejer dan Desa Puger Kulon, Kabupaten Jember Berdasarkan Preferensi Pengunjung dan Masyarakat. Jurnal Teknik ITS, 4(1).

Bedanta, B. (2010). Tourism Management in Sikkim Himalaya - A Multidimensional SWOT Analysis. Advances in Management, 3(1).

Butler, R. W. (1980). The Concept of A Tourism Area Cycle of Evolution: Implications for the Management of Resources. Canada: The Canadian Geographer.

Hardjowigeno, S. dan Widiatmaka. (2015). Evaluasi Kesesuaian Lahan dan Perencanaan Tataguna Lahan Cetakan III. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Markayasa, K., & Suryawan, I. B. (2015). Pemanfaatan Kawasan Bukit Payang Sebagai Daya Tarik Wisata Alam di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Destinasi Pariwisata, 3(1), 59–63.

Nugraha, K. S. W. (2013). Strategi Pengembangan Wisata Agro Wonosari. In Search, 66–79.

Nurhidayati. (2003). Motivasi dan Pola Konsumsi Wisatawan dalam Kegiatan Rekreasi di Obyek Agrowisata Kebun Teh Wonosari Lawang, Malang. Laporan penelitian Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga.

Puspitasari, L. (2018). Evaluasi Kesehatan Tanah untuk Mendukung Pertanian Berkelanjutan di Perkebunan Teh Tritis, Kulon Progo. Skripsi Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada.

Ranius, A. Y. (2015). Sistem Pendukung Keputusan Penentuan Destinasi Wisata Unggulan di Kota Palembang.

Seminar Nasional Inovasi Dan Tren 2015, 46–52.

Rokhani, R. (2013). Potensi dan Pengembangan Pariwisata di Kota Surakarta. Skripsi Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta.




DOI: http://dx.doi.org/10.24895/SNG.2018.3-0.1003

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Seminar Nasional Geomatika

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Prosiding Semnas Geomatika terindeks oleh:

 

Copyright of Badan Informasi Geospasial

Creative Commons License