• +62-21- 87906041
  • semnas.geomatika@gmail.com     sem.geomatika@big.go.id

Tentang Seminar Nasional Geomatika

Peningkatan daya saing merupakan salah satu agenda pembangunan nasional 2015-2019 sebagai pelaksanaan Cita yang keenam dari Nawa Cita, yaitu peningkatan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional. Rumusan tersebut jika merujuk pada pengertian daya saing dari Global Competitiveness Report, produktivitas dan daya saing merupakan dua sisi dari satu mata uang. Menurut laporan tersebut daya saing adalah himpunan kelembagaan, kebijakan, dan faktor-faktor yang menentukan tingkat produktivitas suatu negara.

Tingkat produktivitas sebuah negara dapat dilihat dari bagaimana cara mengelola sumberdaya, baik sumberdaya alam maupun sumberdaya manusia. Indonesia, secara geografis, terbentang luas melintas di bawah khatulistiwa, diantara dua samudera dan dua benua. Indonesia memiliki kekayaan sumberdaya darat dan laut yang melimpah. Kekayaan sumberdaya yang melimpah tersebut di satu sisi merupakan modal besar dan berharga untuk pelaksanaan pembangunan dan meningkatkan daya saing nasional, namun di sisi lain apabila pengelolaan sumberdaya tidak dilaksanakan secara bijaksana dan terencana maka berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan dan terjadinya bencana alam.

Salah satu alternatif untuk mendukung peningkatan daya saing di Indonesia adalah penggunaan dan pengembangan produk Informasi Geospasial. Ketersediaan Informasi geospasial yang berkualitas menjadi kata kunci dalam pengelolaan sumberdaya untuk meningkatkan daya saing bangsa. Pada zaman seperti sekarang ini, siapapun yang mengendalikan, menguasai, dan mengembangkan informasi geospasial, dapat menjadi lebih powerful dibandingkan dengan yang sekedar menguasai informasi. Oleh karena itu penggunaan dan pengembangan produk Informasi Geospasial sangat dibutuhkan untuk mendukung daya saing nasional.

Berbagai Kementrian/Lembaga dan pihak swasta telah banyak terlibat dalam penggunaan maupun pengembangan produk informasi geospasial. Sesuai dengan amanat UU IG no 4 tahun 2011, Badan informasi geospasial (BIG) menjamin ketersediaan informasi geospasial yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Informasi geospasial tersebut tentunya berperan penting dalam mendukung kebijakan pemerintah.

Melalui sinergi antara Kementrian/Lembaga Negara dan pihat swasta, diharapkan penggunaan dan pengembangan produk informasi geospasial yang meliputi metodologi dalam inventarisasi, pengolahan, analisis, dan penyajian data yang kemudian menghasilkan informasi yang berguna bagi pembangunan. Selain itu sinergi tersebut juga diharapkan dapat mendukung percepatan pembangunan dan meningkatkan daya saing nasional di era global.